Beranda > Software Development > Managing and Working in a Developer Team

Managing and Working in a Developer Team

Talk show dengan tema “Managing and Working in a Developer Team” adalah sebagai bagian dari acara Bandung Student Codecamp yang merupakan hasil kerjasama Java User Grup Bandung (JUG-Bandung) bersama-sama dengan Open Source University Meetup (OSUM). Membahas bagaimana cara mengelola dan bekerja bersama dalam sebuah team pengembang perangkat lunak. Pembicara dalam sesi ini akan adalah beberapa perusahaan yang berpengalaman dalam mengelola berbagai macam team developer yaitu Sangkuriang , Agate Studio, Digital Mark Reader.

Diselenggarakan pada Senin 21 September, 20.15 – 22.30 (terlambat dimulai 15 menit dan terlambat ditutup 30 menit). Lokasi dari acara adalah Wisma Wirabuana, Jalan Gandapura No 31 Bandung (di antara jalan Riau dan jalan Ahmad Yani), kurang lebih 15 menit dari jalan Plesiran dan sepengetahuan saya belum dilewati oleh angkutan umum, dan jauh dari pangkalan ojek motor maupun taksi (cabe deee ..). Semua acara talk show dan sharing terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (GRATIS). Untuk mengikuti acara, cukup datang langsung ke lokasi setengah jam sebelum talk show dimulai.

Talk show ini dihadiri oleh kurang lebih 15 peserta, lebih sedikit dari perkiraan saya. Ketika datang di lokasi saya agak terkejut karena para peserta sedang asyik makan bersama dengan pakaian bebas. Dan ternyata hanya dua peserta tambahan selain dari peserta inti workshop. Talk show berlangsung cukup menarik, terutama narasumber dari Ageta yang mempresentasikan bagaimana proses game development. Acara berlangsung dengan cukup menarik dan saat acara ditutup dengan dua sesi pertanyaan, masih banyak peserta yang ingin bertanya.

Ada beberapa hal menarik yang saya catat dari event ini, yaitu suatu software development hendaknya memiliki:

  1. Versioning, pengembangan software yang baik hendaknya memanfaatkan source code management software sehingga source code dapat dengan mudah dilihat / dianalisis perubahannya dari revisi-revisi yang dilakukan. Software yang umum digunakan adalah subversion, namun sudah mulai beralih ke mercurial atau git. Kendala utama dalam menggunakan Subversion adalah kebutuhan untuk melakukan commit di mana untuk mengakses server Subversion diperlukan akses jaringan yang tidak selalu tersedia, hal ini diakibatkan karena Subversion memiliki arsitektur yang bersifat sentralis. Semua narasumber menggunakan SCM meski software yang digunakan berbeda (tergantung kebutuhan).
  2. Daily Meeting, rapat singkat yang biasanya dilakukan kurang lebih 15 menit yang membahas perihal apa yang telah dilakukan, apa yang akan dilakukan dan kendala yang dihadapi. Dengan rapat ini diharapkan software development dapat dimonitor dengan baik dan sebagai sarana sharing solusi dalam menghadapi masalah.
  3. Build Script, suatu repository source code hendaknya disertai build script. Repository yang di-download / checkout, dapat di-compile menjadi software yang dapat berjalan sebagaimana mestinya. Jadi tidak tergantung pada konfigurasi di komputer tertentu. Dengan melakukan hal ini diharapkan akan memudahkan proses testing dan mengurangi konfigurasi manual sebelum software dapat dijalankan oleh customer.
  4. Code Review, developer lain hendaknya dapat dengan mudah memberikan review terhadap source code. Dengan lebih banyak “mata” yang melihat source code, diharapkan bug yang ada akan semakin berkurang.
  5. Interface, memulai coding dengan menyusun alur logika dulu meski dengan function yang meski hanya berisi return 5; bila coding telah sesuai dengan alur logic, baru function tersebut diisi dengan coding yang seharusnya. Dengan cara ini diharapkan coding yang dihasilkan akan konsisten dengan logic, data flow diagram atau activity diagram.

Saya berharap acara seperti ini banyak diselenggarakan karena peserta dapat mendapatkan informasi atau membandingkan dengan pengalaman real dari narasumber. Banyak teori yang didapat di bangku sekolah atau internet, namun sharing pengalaman dunia nyata dari para developer yang terjun di lapangan tentu sangat berharga.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: