Beranda > Uncategorized > Pembagian Tugas dalam Tim

Pembagian Tugas dalam Tim

Meski project yang saya kerjakan tidak terlalu besar, namun selalu ada dalam pikiran saya bahwa pengembangan perangkat lunak harus siap untuk menjadi besar. Pengembangan perangkat lunak yang tidak siap cenderung akan gagal berkembang karena tidak mampu memenuhi kebutuhan yang bertambah dengan cepat. Penambahan jumlah pengembang tidak akan banyak membantu.

Ada pembagian pekerjaan yang cukup menarik, ini saya ambil dari blog-nya GoogleCode.

  1. Coding: Membuat atau refactoring code
  2. Documentation: Membuat dan memperbaiki dokumentasi
  3. Outreach: Manajemen komunitas dan pemasaran
  4. Quality Assurance: Testing dan memastikan source code berkualitas tinggi
  5. Research: Mempelajari masalah tertentu dan memberikan alternatif solusi
  6. Training: Membantu yang lain untuk belajar
  7. Translation: Menerjemahkan perangkat lunak
  8. User interface: Meneliti respon pengguna atau mendesain antar muka

Saya membayangkan masing-masing pihak tersebut dapat berkerja dalam waktu yang sama dalam folder yang berbeda dengan bantuan source code management system yang terintegrasi dengan wiki (untuk knowledge management) dan helpdesk (untuk penanganan masalah dari pengguna atau pengembang). Misalnya, tim documentation berkerja di folder documentation, tim translation bekerja di folder language.

  1. Oktober 31, 2012 pukul 11:22

    pembagian kerja yang dipaparkan diatas sangat menarik dan sangat baik, akan tetapi bagaimana melakukan sinkronisasi atas bagian-bagian yang terpisah sehingga menjadi satu kesatuan yang dinamis?
    terima kasih

    • cakyus
      November 5, 2012 pukul 13:05

      banyak, bisa via website (helpdesk, bug tracker, atau knowledge base) atau meeting secara periodik

  2. Agustus 22, 2016 pukul 07:57

    Straightforward single player games have been produced that could be played using
    a net browser by means of HTML and HTML scripting
    technologies (most generally JavaScript , ASP , PHP and MySQL
    ). Far more complex games such as Legend of Empires or Travian would
    speak to a web server to let a multiplayer gaming environment.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: